Selasa, 09 Agustus 2016

Jika Pimpinan tidak Plin-Plan, Kami KPA Bireuen Tetap Patuh


 

BIREUEN –  Panglima Daerah Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Batee Iliek, Bireuen, Senin (8/8) menyatakan sikap terkait himbauan Ketua KPA Wilayah Batee Iliek, Tgk Darwis Jeunieb yang menyatakan seluruh anggota KPA di Bireuen harus patuh.

           
Pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh Sufri alias Boing (Panglima Daerah III KPA Wilayah Batee Iliek meliputi Kecamatan Peusangan, Jangka, Peusangan Selatan, dan Peusangan Siblah Krueng, Tgk Abdul Gani (Abu Gani) Panglima Daerah IV (Kecamatan Makmur, Kutablang, dan Gandapura), serta mantan Panglima Daerah I (Samalanga, Simpang Mamplam, Pandrah, Jeunieb, dan Peulimbang), Tarmizi alias Mandala, kepada wartawan, Selasa (9/8/2016).

           
Boing mengatakan, pihaknya bukan tidak patuh kepada putusan pimpinan KPA/PA yang mencalonkan H Khalili-Yusri, sebagai bakal calon (balon) Bupati Bireuen yang diusung Partai Aceh untuk maju pada Pilkada ini. Karena, para kombatan GAM yang juga anggota KPA Wilayah Batee Iliek, kecewa kepada pimpinan yang plin-plan terhadap pencalonan balon Bupati Bireuen yang diusung Partai Aceh.

“Seharusnya pimpinan bermusyawarah dengan seluruh panglima daerah dan anggota KPA, jangan mengambil keputusan tanpa musyawarah, karena sebelumnya sudah ada keputusan hasil dua kali musyawarah di dua tempat yaitu Aula Lama Sekdakab Bireuen dan Hotel Paradise di Banda Aceh untuk mengusung H Ruslan-Efendi sebagai balon bupati dan wakil bupati Bireuen periode 2017-2022 yang diusung PA,” kata Boing yang kini masih setia mengusung H Ruslan meskipun lewat jalur perseorangan.

Dikatakan Boing yang didampingi Mandala, yang perlu kami pertanyakan kepada pimpinan, apa dasar dan alasan memilih Khalili yang sebelumnya juga sama-sama sudah kita tolak dan malah pimpinan sendiri pernah mengatakan tidak kenal sama H Khalili di hadapan para anggota KPA dalam setiap rapat baik di kantor DPW PA Bireuen, maupun di beberapa media online beberapa waktu lalu.

Tambah Boing, padahal tiga periode lalu, seluruh anggota KPA selalu patuh terhadap pimpinan dalam memilih calon bupati yang diusung PA, karena selalu diambil keputusan dengan musyawarah. “Baru kali ini calon bupati yang diusung PA tanpa musyawarah, padahal sudah ada calon yang diusung PA hasil musyawarah, kami bawahan juga meminta kepada pimpinan untuk intropeksi diri agar kami selalu dan tetap patuh kepada pimpinan,” demikian Boing. (Iskandar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox