oleh

Ini Penyampaian Cawawali Syarifudin Sa’afa Dalam Debat Calon

MANADO, – Calon wakil wali kota Syarifudin Sa’afa, membuka data dari BPS tentang kemiskinan di Manado yang terus bertambah, dalam beberapa tahun ini, saat debat publik pertama yang digelar KPU, Selasa.

“Dalam data BPS 2019 yang menjadi dasar KUA PPAS sangat jelas termuat disana sorotan publik, kemiskinan semakin bertambah, karena Saat ini mencapai 5,51 persen dengan jumlah 2.300 KK,” kata Saafa.

Pasangan Sonya Selviana Kembuan yang sudah tiga periode duduk di lembaga DPRD Kota Manado itu, juga menyoal peningkatan jumlah pengangguran.

“Pengangguran cukup tinggi, Manado menempati posisi pertama di Provinsi Sulut, pengangguran terbuka mencapai 10,6 persen dimana dari tahun ke tahun bukan menurun tapi mengalami kenaikan,” katanya.

Sementara dalam sesi tanya jawab dia mengingatkan calon nomor urut 4 Harley Mangindaan, dalam UU 28/2009, tidak ada yang namanya retribusi pasar, yang ada adalah bea.

“Tadi disampaikan akan ada program menghilangkan retribusi di pasar. Di dalam UU nomor 28/2009 tentang pajak dan retribusi, di pasar tidak mengenal namanya retribusi. Bagaimana bisa disitu menghilangkan retribusi pasar? tolong dijelaskan program tersebut,” katanya.

Bahkan dalam sesi tanya jawab Sa’afa pun memberikan tanggapan atas jawaban dari Harley Mangindaan, yang menjelaskan, bahwa dalam UU 28/2009 tentang pajak dan retribusi daerah, pasar tidak boleh menagih retribusi.

“Kalau di pasar menarik retribusi itu melanggar UU. Pasar itu hanya boleh iuran atau bea. Kenapa istilah berbeda, karena itulah nomenklatur yang diatur dalam UU kita,” kata Saafa.***

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed