oleh

Cawali Andrei Angouw: Saat Badai Kapal Jangan Mati dan Tenggelam

Ini Strategi AARS Pertahankan Ekonomi di Saat Pandemi 

 

Manado, Kosmod.id, – Calon wali kota (Cawali) nomor urut satu, Andrei Angouw yang berpasangan dengan dr. Richard Sualang, tampil “cool” menyampaikan visi dan misi serta strategi mereka membangun ekonomi di tengah pandemi COVID-19 sampai berlalunya kondisi ini, karena virus kelaparan itu lebih berbahaya dari apapun.

Andrei mengatakan, pengangguran yang terjadi saat ini, lebih dikarenakan ekonomi yang melemah, dimana

perputaran uang kurang, sebab itu harus terus didorong dengan langkah strategis.

“Perputaran uang tinggi akan membuka kesempatan untuk berusaha, dan kesempatan berusaha itu juga buka kesempatan kerja,” katanya.

Dia mengatakan, pemerintah juga harus memastikan perputaran uang tinggi, investasi harus tetap berjalan juga ekspor harus tetap ada, konsumsi juga harus jalan.

Ekspor tersebut kata Andrei sudah termasuk pembangunan pariwisata, untuk Manado konteks Kota Manado ekspor itu termasuk pariwisata yang datang secara domestik dan uang berputar di Kota Manado.

Dia juga menegaskan bahwa konsumsi harus jalan di tengah pandemi, tidak boleh berhenti di kondisi seperti ini.

“Justru di kondisi begini kita harus tetap beraktivitas, tidak boleh berhenti, tentu saja dengan selalu mengikuti protokol kesehatan,” katanya.

Di hadapan tiga calon wali kota lainnya, calon usungan PDIP dan Gerindra itu mengatakan, protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, yakni pakai masker, jaga jarak, cuci tangan harus dipatuhi.

“Terutama pemerintah harus menerapkan 3 T yakni testing, tracing, treatment dan tapi kita tetap harus beraktivitas karena kelaparan itu lebih berbahaya,” katanya, mengambil kutipan pernyataan PM Malaysia Mahathir Mohammad, bahwa pemerintah itu memberikan solusi.

Dia mengatakan, pemerintah harus membuat kebijakan-kebijakan yang tepat mengenai sektor informal, kalau perputaran uang tinggi pasti jalan, dan sektor informal kita bantu dengan memberikan bantuan bantuan-bantuan, termasuk bantuan termasuk bantuan sosial.

“Prinsipnya, dalam menghadapi badai kapal itu tidak boleh tenggelam, mana yang akan mengalami hal itu dibantu, supaya bisa melewati badai, sebab kalau sudah tenggelam, waktu cuaca cerah, dalam pengertian badai corona berlalu tidak bisa jalan lagi,” katanya.

Maka menurutnya, pemerintah harus memastikan sektor-sektor informal ini tetap berjalan, dengan memberikan insentif, agar saat badai berlalu, masih tetap berbisnis, jangan sampai mati, jadi tugas pemerintah nanti memastikan usaha tetap jalan, aktivitas tetap jalan dengan selalu mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah
. ***

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed