oleh

Cawali Andre Angouw Jelaskan Asal dan Pemanfaatan Dana Rp200 Juta

Manado Kosmo.id, – Calon wali (Cawali) kota Manado, usungan PDIp dan Gerindra, Andrei Angouw, akhirnya buka mulut, kenapa sangat mengunggulkan program Rp200 juta perlingkunganya.

Di hadapan para pendukungnya, AA, demikian pasangan dr. Richard Sualang itu, menjelaskan, bagaimana dan penyebab programnya tersebut harus berjalan di 504 lingkungan di Manado dan dikelola langsung di tempat untuk membangun fisik maupun mental.

Dia menjelaskan, selama tiga periode duduk di DPRD Sulut, dia mendapati banyak kegiatan Musrenbang kelurahan yang tidak terealisasi karena terhambat penganggaran.

“Saatnya anggaran dikembalikan ke rakyat dan dikelola bersama sesuai kesepakatan di lingkungan. Tapi pemerintah juga akan turun melakukan pengawasan dan akan dikontrol kemudian laporan kegiatannya harus jelas,” papar Andrei Angouw.

Dia menjelaskan, tugas pemerintah harus mensejahterahkan rakyat dengan cara mengembalikan pengelolaan keuangan kepada rakyat, bukan bagi-bagi bansos.

Sementara mengenai anggaran Rp200 juta per lingkungan, dia menjelaskan saat pengukuhan Relawan Banteng Muda (BBM) dan Garuda 1 di Kelurahan Sario Tumpaan, telah dikaji dan dihitung secara matang.

Dimana dari 504 lingkungan yang ada di Manado total akan ada pengeluaran Rp100.800.000.000, setiap tahun diambil dari APBD.

“Dana Rp200 juta ini bisa saja lebih nanti kita lihat lagi mana kegiatan yang sangat memungkinkan bikin penghematan. APBD Manado Rp1,4 Triliun bayar pegawai Rp4 Miliar sisanya Rp1 Triliun untuk pembangunan dan lainnya, ambil 100 M dari situ rasanya APBD kita masih cukup longgar,” katanya.

Apalagi tambahnya jika kita bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat bantuan pasti akan banyak didapat.

“Yang pasti apa yang sudah diprogramkan telah kami hitung dan akan dilaksanakan. Kami bikin program yang realistis, lebeh bae nda jadi daripada jadi kong dikejar kejar janji yang tidak ditepati,” papar mantan Ketua DPRD Sulut ini.

Tugas pemerintah kata Bendahara PDIP Sulut ini, harus menyejahterakan rakyat dengan cara mengembalikan pengelolaan keuangan kepada rakyat, bukan bagi-bagi bansos.

“Kalau cuma bagi bagi bansos anak kecilpun boleh,” tegas AA tersenyum.

Sementara itu, usai melakukan pengguntingan pita serta pengukuhan Tim Relawan, AA bersama Wakil Sekretaris DPD PDIP Sulut Novie Lumowa, Ketua dan Sekretaris Tim Kampanye AARS dr. Roland Roeroe dan Tonny Rawung, Ketua Media Center AARS Steven Rondonuwu, Ketua Bidang Relawan AARS Zeth Natan, Wakil Ketua Bidang Materi dan Debat AARS Paulus Adrian Sembel, Ketua Bidang Logistik Jefry Salilo, para penasehat Relawan seperti Benny Tenda, Dedi Roeroe, Pengurus PAC Sario dan Pengurus Ranting Sario Tumpaan secara spontanitas diajak relawan jalan kaki masuk keluar lorong menyapa warga dan berfoto ria.

Tampak warga begitu antusias menerima kehadiran AA.

Usai kegiatan di Sario, AA dan rombongan menuju Singkil Satu bergabung bersama Richard Sualang guna memenuhi undangan pengukuhan tim relawan.

Seperti biasa, usai kegiatan AARS dan rombongan diajak jalan kaki masuk keluar lorong menyapa warga dan berfoto ria.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed