oleh

Kedaluwarsa, MK Tak Sahkan Sebagian Alat Bukti PAHAM

JAKARTA, – Majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK), tidak mengesahkan sebagian alat bukti dari pemohon, pasangan Paula Runtuwene-Harley Mangindaan, karena kedaluwarsa.

Hal itu terjadi dalam sidang pemeriksaan awal,  perselisihan hasil pemilihan wali kota dan wakil wali kota Manado, nomor Perkara 114/PHP.KOT-XIX/2021 yang digelar di MKRI, Jumat (29/1).

Dalam sidang yang diikuti oleh para pihak, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, dimana masing-masing hanya dibatasi dua orang, majelis hakim yang terdiri atas Arief Hidayat, Saldi Isra dan Manahan Sitompul mengesahkan alat bukti PAHAM yang sudah masuk lebih dulu dan menerima pasangan AA-RS sebagai pihak terkait.

Majelis hakim mengatakan, selain sebagian alat bukti, yang tak disahkan, perbaikan permohonan pasangan yang dikenal dengan singkatan PAHAM, yang dimasukkan ke MK 28 Desember 2020 juga telah melewati tenggang waktu dan tidak dapat digunakan.

Sementara kuasa hukum Paslon AA-RS, Jemmy Mokolensang dan Rangga Paonganan, mengatakan, sebagaimana ketentuan dalam Pasal 157 ayat 7 Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 pemohon dapat memperbaiki dan melengkapi permohonan paling lama tiga hari sejak diterimanya permohonan ke MK.

“Dan pengajuan permohonan awal PAHAM didaftarkan ke MK pada Senin 21 Desember 2020, selanjutnya pada Senin 28 Desember 2020 pihak PAHAM memasukkan dokumen perbaikan permohonan ke MK, maka sudah jelas, kalau itu melewati tenggang waktu,” katanya.

Maka kata Paonganan, nantinya keterangan yang akan disampaikan di persidangan akan mengacu pada dokumen permohonan awal yang dimasukkan pihak PAHAM.

Adapun sidang berikutnya dengan agenda penyerahan dan mendengarkan jawaban KPU, keterangan pihak AA-RS dan Bawaslu, serta mendengar dan mengesahkan alat-alat bukti dari ketiga pihak tersebut akan dilaksanakan 9 Februari 2021 jam 11.00 WIB.

Selanjutnya 15 atau 16 Februari 2021, MK akan menggelar sidang untuk memutuskan apakah permohonan PAHAM layak untuk dilanjutkan dalam sidang berikut atau tidak.

Sidang diikuti oleh para pihak KPU yang diwakili komisioner Sunday Rompas, Bawaslu  Manado, pemohon yang diwakili kuasa hukumnya, Percy Lontoh dan Glend Lumingkewas.


 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed