oleh

Kejari-Tim Ahli Politeknik Periksa Fisik Incenerator

Manado, Kosmo.id – Kejaksaan negeri (Kejari) Manado, terus mendalami penyimpangan proyek pengadaan incenerator di dinas lingkungan hidup (DLH), dengan meminta tim teknis Politeknik Manado memeriksa fisik di sejumlah kecamatan.

“Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Kejari, Parsaoran Simorangkir dan Ronny, serta tim ahli dan teknis dari politeknik Manado, bersama Sekretaris DLH untuk mencari semua bukti yang diperlukan,” kata Kajari Manado, Maryono, SH, MH, di Manado.

Dia mengatakan, tim penyidik kejari mengajak juga sekretaris DLH, sebab dia merupakan Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK), proyek pengadaan lima unit incenerator dimana empat unit umum dan satu medis yang keseluruhannya berbanderol sekitar Rp11 milyar.

“Lima incenerator itu berlokasi di kecamatan Singkil, Paal dua dan Wanea dengan membawa sejumlah fakta sebagai temuan lapangan,” kata Mayono.

Dia mengatakan, dari pemeriksaan di lapangan secara umum tampak proyek tersebut sangat memprihatinkan padahal usianya baru sekitar satu tahun.

“Tampak proyek incenerator umum tidak terawat dan kondisinya tidak sesuai dgn harga yang mencapai milyaran perunitnya,” katanya.

Dia menjelaskan, temuan menunjukkan barang tersebut terakhir beroperasi November 2020, bahkan ada yang sejak Juni 2020 tidak bisa operasi karena rusak pada pompa blower minyak/oli, juga komponen yang tidak standar sehigga cepat panas, kabel meleleh dan lainya.

Sedangkan untuk incenerator medis, kata Maryono, malah belum bisa difungsikan karena belum ada izin pembuangan limbahnya termasuk asapnya sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar.

“Dalam waktu dekat tim ahli/teknik dari Politeknik Negeri Manado akan menyerahkan hasil temuan dilapangan secara terinci kepada penyidik dari Kejari Manado,” katanya.

Dia mengatakan, apabila ditemukan ada yang tak beres, semisal tidak sesuai dengan RAB dalam kontrak, kemudian proyek tersebut tidak sesuai bestek, maka selisihnya itulah yang menjadi kerugian keuangan negara.

Dia mengakui mulai tampak benang merah siapa yang paling bertanggung jawab untuk ditetapkan sebagai tersangka, bahkan untuk memperkuat penyidikan, dijadwalkan dlm minggu ini penyidik Kejari Manado akan memeriksa Kepala inspektorat kota Manado yg sedikit banyak mengetahui proyek incenerator tersebut.  (Eva)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed