oleh

Pedagang Mengaku Bayar Iuran 10 Juta dalam Hearing di Komisi II

Manado Kosmo.id, – Para pedagang diwakili oho Poiyo, mengaku sudah membayar iuran sebesar Rp10 juta perorang pada Desember 2020 lalu dan berlaku selama satu tahun.

Pengakuan tersebut disampaikan Poiyo, dalam gelaran rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi II DPRD Manado dengan pedagang pasar Tuminting, Senin siang sampai sore, di ruang kerja komisi yang membidangi perekonomian di Manado itu.

“Kami mempertanyakan sikap PD Pasar, karena para pedagang di pasar Tuminting itu, sudah membayar iuran Rp10 juta perorang pada Desember 2021, tetapi malah disuruh pindah,” kata Poiyo.

Bahkan dia mengatakan, sudah membawa fakta-fakta tersebut ke Kejari Manado, supaya hal tersebut mendapatkan perhatian dari aparat penegak hukum.

Poiyo mengatakan, seharusnya tidak ada iuran harusnya retribusi, karena sudah menggunakan Perda, tetapi tetap ditagih iuran dan mengakui PD pasar tak punya lahan tetapi menagih iuran.

Perwakilan pedagang yang ikut hearing

Karena itu dia mengatakan pemerintah dan PD pasar, lebih sadis dari corona, karena terang-terangan menyusahkan pedagang.

Personel komisi II, Ridwan Marlian, yang membuka RDP itu, menyesalkan sikap pemerintah yang seolah tutup mata, karena sama sekali tidak menghadiri rapat dengan pedagang itu.

“Bahkan Wali Kota yang biasanya mau mengangkat telepon, sekarang belum merespon, dan beredarnya video yang berisikan pernyataan biarpun ada izin dari pemilik tanah, tetapi Pemkot tak akan mengizinkan ada kegiatan berdagang di situ, membuat kamik kecewa,” katanya.

Dia juga menegaskan, bahkan DPRD juga bahkan sudah memeriksa keabsahan kepemilikan, di BPN untuk memastikan semuanya on the track. ***

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed