oleh

Rosalita Manday Reses di Wawonasa Dihadiri Wawali Terpilih dr. Richard Sualang

MANADO – Personel Komisi IV DPRD Manado, Rosalita Manday, menggelar reses di daerah pemilihan (Dapil) Singkil – Mapanget, dalam pertemuan dengan para konstituen, di Wawonasa, Singkil, Selasa sore.

Resesnya tersebut istimewa karena dihadiri oleh Ketua DPC PDIP Manado, dr. Richard Sualang yang juga adalah Wakil Wali Kota Manado terpilih, dr. Richard H Sualang.

Berbagai masalah disampaikan masyarakat yang menghadiri reses, dengan harapan dapat dipecahkan langsung ataupun dibahas dan diperjuangkan dengan pemerintah kota Manado.

“Masalah BPJS kesehatan, sampah, uang komite, banjir, sekolah tatap muka, kesejahteraan pegawai syar’i,” kata Rosalita.

Dia juga mengatakan, reses adalah saat yang paling dinantikan masyarakat, karena bisa menyampaikan berbagai keluhan mengenai masalah sosial kemasyarakatan yang terjadi, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, sebab itulah diajaknya warga menyampaikan keluhan dan aspirasi agar bisa diteruskan dan sampaikan.

Warga Wawonasa bernama Inong Noho, menyampaikan keluhan tentang BPJS yang menunggak empat tahun, karena dia memilih menyelesaikan pendidikan anaknya. Inong juga mempertanyakan tentang sampah yang tak terangkut padahal sudah membayar Rp20 ribu tiap bulan.

Warga lainnya, bernama Arif Dukuri, mempertanyakan tentang banjir yang terus terjadi, padahal sudah ada anggaran penanggulangan, dan minta agar hal itu menjadi perhatian serius pemerintah.

Sementara warga Wawonasa bernama Indry Abas, meminta agar diperjuangkan sekolah tatap muka, karena kondisi anak-anak yang semakin mundur, sehingga sekolah tatap muka tetap langsung jadi solusi. Masalah uang komite yang tetap dibayar meskipun sekolah juga disampaikan Indry.

Masalah kesejahteraan pegawai syar’i juga menjadi hal yang disampaikan Indry, karena merasa kesejahteraan mereka sangat rendah. Sementara insentif imam yang diterima tiap tiga bulan juga hanya pas-pasan bagi tokoh agama, sehingga para pegawai syar’i nasibnya prihatin, mohon diperhatikan.

Sedangkan warga Karame, bernama Albert mempertanyakan tentang eksistensi LPM yang tak dianggap oleh kelurahan, sebab dalam penyusunan anggaran masukannya tak diterima pegawai kelurahan.

Menanggapi semua hal tersebut, Rosalita mengatakan, untuk mengantisipasi masalah tersebut, pihaknya memang sudah bicara dengan pimpinan BPJS kesehatan Manado, dan mengakui banyak warga yang tak datang saat pemutihan data. Solusi yang ditawarkannya adalah dengan KIS dari pemerintah, karena semua wajib dilayani, tidak ada hubungannya menunggak atau tidak di BPJS kesehatan akan tetap dilayani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed